Kamis, 20 September 2012

Dana (kebajikan Terbesar)



Dana berarti perbuatan memberi, hal ini sangat di puji sebagai kebajikan yang besar. Dana juga merupakan titik mula menuju pembebasan. Pada orang-orang baru Buddha Gotama selalu memulai kotbah bertahap beliau dengan penjelasan mengenai keluhuran dari berdana (danakatha, Vin. I, 15, 18). Dari 3 dasar untuk melakukan tindakan-tindakan berjasa (puñña kiriyavatthu), berdana merupakan unsur pertama, dua lainnya adalah moralitas (sila) dan pengembangan mental (bhavana) (A. iv, 241). Berdana juga merupakan unsur pertama dari 10 pāramitā (syarat yang dibutuhkan untuk mencapai kebuddhaan). Oleh karena itu, di dalm perjuangan menuju pembebasan sebagai Ārahat atau Buddha, pada mulanya orang harus mempraktekkan dana.

Fungsi Dana
Berdana memiliki nilai yang luar biasa dalam proses pemurnian mental. Berdana merupakan senjata yang ampuh untuk mengatasi keserakahan (lobha). Keserakahan (lobha) merupakan salah satu dari 3 akar motivasi tak bajik (akusalamula). Buddha mengingatkan kita dalam Devatasamyutta Sutta “Atasilah noda keserakahan dan praktekkan dana” (S. I, 18). Oleh karena itu berdana adalah penangkal yang jitu untuk mengatasi keegoisan dan keserakahan. Buddha kembali mengingatkan kita dalam Dhammapada, 223; untuk menakhlukkan kekikiran dengan praktek kedermawanan. Kekikiran bukanlah satu-satunya penghalang dalam berpraktek dana. Penghalang lainnya adalah kecerobohan dan ketidaktahuan akan hukum karma dan kehidupan setelah mati (punarbhava).
Bagi seseorang yang tidak menyadari manfaat besar dari berdana, sangatlah sulit melepaskan segala sesuatu yang berharga dan disayanginya. Dalam Latukikopama Sutta  Buddha menggambarkan bagaimana sulitnya seseorang yang kekurangan kekuatan spiritual untuk melepaskan benda-benda yang sudah lama bersamanya (M. I, 449). Seekor burung puyuh dapat mati karena terjerat

Cara Berdana
Faktor mental/niat seseorang sangat menentukan nilai dari praktik berdana. Maka kita harus memperhatikan faktor niat seseorang sebelum, saat dan sesudah berdana (A. III, 336). Bila dengan penuh keyakinan dan pikiran bahagia sebelum, saat dan sesudah berdana maka akan memberikan hasil/pahala yang maksimal. Besar kecilnya pahala berdana akan tergantung pada kemurnian pikiran dari pemberi maupun penerima dana, kebersihan (kehalalan) dari materi yang diberikan. Selain itu kita juga harus memperhatikan kebersihan dari barang yang didanakan.
Apa saja yang dapat didanakan? Apapun yang berguna, dan praktis dapat digunakan. Buddha menjelaskan dalam Niddesa (Nd. 2, 523) ada empat belas benda yang tepat untuk didanakan yaitu jubah/pakaian, persembahan makanan, tempat berdiam, obat-obatan dan kebutuhan lain bagi yang sakit,  makanan, minuman, kain, kendaraan, bunga-bungaan, parfum, minyak, tempat tidur,  rumah dan lampu.
Untuk melatih kedermawanan seseorang tidak harus memiliki barang yang banyak. Seseorang dapat memberikan apa yang dimilikinya. Dana yang diberikan oleh seseorang yang berpenghasilan kecil dianggap sangat berharga (S. I, 18). Selain dana materi ada sejenis dana lain yang lebih tinggi pahalanya yaitu dhammadana (Dhp. 354). Dhammadana dapat dilakukan dengan berpraktik Dhamma Seperti praktik lima sila yang pahalanya tidak dapat diragukan lagi baik dimasa kini atau dimasa yang akan datang. Dhammadana dapat pula berupa memberikan penerangan Dhamma kepada orang lain.

Manfaat Berdana
Praktik berdana dapat meningkatkan persatuan sosial dan solidaritas, juga dapat menjembatani kesenjangan psikologis dan ekonomi antara yang mampu dan tidak mampu. Manfaat lain praktik berdana dapat menghilangkan kebenciaan dalam diri seseorang (Sn. 506).  Orang yang berhati dermawan akan dicintai oleh banyak orang ( A. iii, 40). Berdana juga mengkokohkan persahabatan. (Sn. 187), kelahiran di alam surga (A. iv, 239), atau kelahiran sebagai manusia dengan kualitas yang baik seperti kekayaan, dan keberuntungan.
(Ivan Yulietmi./ Pelembang, 17 Oktober 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar