Kamis, 20 September 2012

DEFINISI MENGENAI PERENCANAAN, PENDIDIKAN DAN PERENCANAAN PENDIDIKAN


Tugas Mata Kulian Perencanaan Pendidikan
10 DEFINISI MENGENAI PERENCANAAN, PENDIDIKAN DAN PERENCANAAN PENDIDIKAN

Dosen Pengampu:
Dr. Azizah Husen, M.Pd.
Prof. Waspodo, M.A., Ph.D.

Disusun oleh
Ivan Yulietmi
NIM. 06122603068

Universitas Negeri Sriwijaya
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Magister Teknologi Pendidikan
Palembang 2012

I.     Definisi Perencanaan
1.        Menurut Garth N. Jone, perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pengembanngan dari pada tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas.
2.        Menurut M. Farland, perencanan adalah suatu fungsi dimana pimpinan kemungkinan mengunakan sebagian pengaruhnya untuk mengubah wewenangnya.
3.        Menurut Abdulrachman (1973), perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian.
4.        Menurut Terry (1975), perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.
5.        Menurut Kusmiadi (1995), perencanaan adalah  proses dasar yang kita gunakan  untuk memilih tujuan-tujuan dan menguraikan bagaimana cara pencapainnya.
6.        Menurut Soekartawi (2000), perencanaan adalah pemilihan alternatif atau pengalokasian berbagai sumber daya yang tersedia.
7.        Menurut Waterson, (1965), perencanaan adalah usaha sadar, terorganisir dan terus menerus guna memilih alternatif untuk mencapai tujuan tertentu.
8.        Menurut Faludi, (1973), perencanaan sebagai satu proses untuk menentukan tindakan yang berorientasi pada masa depan melalui serangkaian pikiran.
9.        Menurut Melville Brance, (1980), perencanaan adalah proses aktifitas berkelanjutan dan memutuskan apa yang dapat dilakukan dan diinginkan untuk masa depan serta bagaimana mencapainya.
10.    Menurut Peter Hall, (1992), perencanaan adalah penyusun rangkaian tindakan secara berurut yang mengarah pada pencapaian tujuan.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan merupakan suatu proses, menentukan langkah-langkah secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang ada dan asumsi guna mencapai tujuan yang diharapkan.

II.  Definisi Pendidikan
1.    Menurut John Dewey (filosof Chicago, 1859 M - 1952 M), Education is all one with growing; it has no end beyond itself. Pendidikan adalah suatu proses pengalaman, karena kehidupan adalah pertumbuhan, pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan ialah proses menyesuaikan pada tiap-tiap fase serta menambahkan kecakapan di dalam perkembangan seseorang.
2.    Menurut Plato (filosof Yunani yang hidup dari tahun 429 SM-346 M) mengatakan bahwa : “Pendidikan itu ialah membantu perkembangan masing-masing dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang memungkinkan tercapainya kesempurnaan.”
3.    Menurut Aristoteles (filosof terbesar Yunani, guru Iskandar Makedoni, yang dilahirkan pada tahun 384 SM-322 SM) mengatakan bahwa : “Pendidikan itu ialah menyiapkan akal untuk pengajaran”.
4.    Menurut Herbert Spencer (filosof Inggris yang hidup tahun 1820-1903 M) mengatakan bahwa : “Pendidikan itu ialah menyiapkan seseorang agar dapat menikmati kehidupan yang bahagia.”
5.    Menurut Jean-Jacques Rousseau (filosof swiss 1712-1778) mengatakan bahwa : “Pendidikan ialah pembekalan diri kita dengan sesuatu yang belum ada pada kita sewaktu masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya di waktu dewasa”.
6.    Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, (1889-1959) merumuskan pengertian pendidikan sebagai berikut: “Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti (karakter, kekuatan bathin), pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya”.
7.    Stella van Petten Henderson: Pendidikan merupakan kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial.
8.    Kohnstamm dan Gunning (1995): Pendidikan adalah pembentukan hati nurani. Pendidikan adalah proses pembentukan diri dan penetuan-diri secara etis, sesuai denga hati nurani.
9.    Menurut Thedore Brameld; pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah.
10.     John Locke (1632-1704), ia seorang tabib yang ahli filsafat dan ahli ilmu jiwa. Tentang masalah pendidikan Locke berpendapat bahwa pendidikan itu berkuasa bahkan maha kuasa. Tujuan pendidikan menurut dia adalah membentuk seorang ksatria (gentlemen) yang saleh. Sebagai seorang tabib ia menekankan pentingnya pendidikan jasmani. Locke juga seorang deist (De=Deus=Tuhan). Baginya agama adalah akal budi. Oleh karena itu ia memperhatikan pendidikan kesusilaan. Manusia harus mampu menguasai diri sendiri dan memiliki harga diri.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan itu berlaku seumur hidup, dimana seseorang belajar untuk memperoleh pengetahuan yang berguna untuk meningkatkan kualitas diri baik secara jasmani, intelektual maupun hati/rohani yang bertujuan untuk memperoleh kebahagian hidup. Oleh karena itu pendidikan harus bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain dan lingkungan.


III.   Definisi Perencanaan Pendidikan
1.      Menurut, Prof. Dr. Yusuf Enoch; perencanaan pendidikan, adalah suatu proses yang mempersiapkan seperangkat alternatif keputusan bagi kegiatan masa depan yang diarahkan kepadan pencapaian tujuan dengan usaha yang optimal dan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada di bidang ekonomi, sosial budaya serta menyeluruh suatu negara.
2.      Menurut, Beeby, C.E.; perencanaan pendidikan adalah suatu usaha melihat ke masa depan dalam hal menentukan kebijaksanaan prioritas, dan biaya pendidikan yang mempertimbangkan kenyataan kegiatan yang ada dalam bidang ekonomi, social, dan politik untuk mengembangkan potensi sistem pendidikan nasioanal memenuhi kebutuhan bangsa dan anak didik yang dilayani oleh sistem tersebut.
3.      Menurut Guruge (1972); perencanaan pendidikan adalah proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan.
4.      Menurut Albert Waterson (Don Adam 1975); perencanaan pendidikan adala investasi pendidikan yang dapat dijalankan oleh kegiatan-kegiatan pembangunan lain yang didasarkan atas pertimbangan ekonomi dan biaya serta keuntungan sosial.
5.      Menurut Coombs (1982); perencanaan pendidikan suatu penerapan yang rasional dan analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat.
6.      Menurut Y. Dror (1975); perencanaan pendidikan adalah suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan-kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan dengan cara-cara optimal untuk pembangunan ekonomi dan social secara menyeluruh dari suatu negara.
7.      Menurut Sa’ud, S. dan Makmun A,S. (2007); dan Usman, H. (2008); perencanaan pendidikan adalah suatu kegiatan melihat masa depan dalam hal menentukan kebijakan, prioritas dan biaya pendidikan dengan memprioritaskan kenyataan yang ada dalam bidang ekonomi, sosial dan politik untuk mengembangkan sistem pendidikan negara dan pesera didik yang dilayani oleh sistem tersebut
8.      Williams in an essay titled what Educational Planning is About in Higher Education Published in 1971 defined it simply as “Planning in education, as in anything else consist essentially of deciding, in advance, what you want, to do and how you are going to do in“ -- Williams dalam sebuah esai berjudul ‘Apakah Perencanaan Pendidikan adalah Tentang Perguruan Tinggi Diterbitkan pada tahun 1971 didefinisikan secara sederhana sebagai "Perencanaan pendidikan, pada dasarnya memutuskan, di muka, apa yang Anda inginkan, yang harus dilakukan dan bagaimana Anda akan melakukannya ".
9.      In the “World Year book of Education”. 1967 Anderson and Bowman in a joint article title “Theoretical Considerations. In Educational Planning”, defined it as “the process of preparing a set of decisions for future action pertaining to education” -- Dalam " Tahun Buku Dunia Pendidikan". 1967 Anderson dan Bowman dalam sebuah artikel bersama berjudul "Pertimbangan Teoritis. Dalam Perencanaan Pendidikan", yang didefinisikan sebagai" proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk tindakan di masa depan yang berkaitan dengan pendidikan "
10.  Menurut Saud et all (2005), “Perencanaan pendidikan adalah suatu kegiatan melihat masa depan dalam hal menentukan kebijkanan, prioritas dan biaya pendidikan dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik untuk mengembangkan sistem pendidikan negara dan peserta didik yang dilayani”.

Dari beberapa  definisi diatas, ada beberapa unsur penting yang terkandung dalam perencanaan pendidikan yaitu:
1.      Penggunaan analisa yang bersifat rasional dan sistematik dalam perencanaan pendidikan.
2.      Proses pembangunan dan pengembangan pendidikan
3.      Prinsip efektif dan efisiensi, artinya dalam perencanaan pendidikan pemikiran ekonomis sangat menonjol.
4.      Kebutuhan dan tujuan peserta didik dan masyarakat, artinya perencanaan pendidikan mencakup aspek internal dan eksternal dari keorganisasian sistem pendidikan itu sendiri.
Perencanaan pendidikan sudah pasti harus memperhatikan faktor lingkungan, situasi perekonomian dan faktor kebutuhan sosial politik, karena pendidikan adalah  upaya memanusiakan manusia (humanisasi). Oleh karena itu perencanaan pendidikan yang dilakukan harus menyeluruh dan terpadu serta disusun secara logis dan rasional mencakup berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan. Selain itu perencanaan pendidikan juga harus menggunakan sumber data yang tepat. 
Data dasar (base line data) untuk perencana pendidikan mempunyai fungsi yang amat penting, sebab tanpa data perencanaan tidak mungkin dapat mengembangkan perencanaan pendidikan dengan baik. Data dasar ini mencakup berbagai aspek di dalam dan di luar yang mempunyai hubungan erat dengan pendidikan.
Menurut Saud et all (2005) data dasar yang diperlukan dapat dikelompokkan berdasarkan (1) kependudukan, (2) data ekonomi, (3) kebijakan nasional, (4) data kependidikan, (5) data ketenagakerjaan, dan (6) nilai dan sosial budaya. Maka perencanaan pendidikan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar